Connecting the Dots

Judul post ini adalah konsep yang diajarkan seorang “abang”ku beberapa tahun yg lalu. Bagiku dia dulu adalah seorang yg sangat aku hormati dan aku panuti, tapi mungkin karena ketidakbersyukuran dia terhadap yang Allah anugerahkan padanya dan kesombongannya membuat dia sekarang berada dititik terendah dalam hidupnya (semoga dia membaca post ini)

Anyway back to the topic, pagi ini ada satu artikel luar biasa di Jawa Pos yang membuatku merenung tentang konsep connecting the dots. Artikel yg ditulis Rhenald Kasali tentang negara ini menggugah kesadaranku betapa negara ini masih saja terbelenggu dalam ketidaksetaraan distribusi kesejahteraan bangsa. saat sebagian kecil bangsa ini menikmati manisnya kue kesejahteraan, sebagian yg lain masih saja terus bergumul dalam kemiskinan. Sebabnya beraneka ragam, terlalu panjang jika dibahas disini. Tetapi pesan pak Rhenald tentang “superior management” terlalu nyaring untuk diabaikan.

Inti dari artikel itu adalah salah satu penyebab ketidakmerataan kesejahteraan itu adalah tidak adanya superior management dari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mampu mentransformasi sumberdaya yg dimiliki perusahaan tersebut menjadi barang atau jasa yang bermutu tinggi sekaligus terjangkau untuk semua kalangan. Ketidakefisienan tersebut mengakibatkan kerusakan alam, terkurasnya kekayaan alam sekaligus ketimpangan kesejahteraan tersebut.

Hal ini menggugah kesadaranku tentang chapter-chapter yang sudah dan sedang aku lalui. Saat ini aku bergabung dengan temanku membangun apa yang kami sebut sebagai 1st indonesian integrated green business company sambil menyelesaikan S-2 ku di MSM SBM ITB. Aku menjabat sebagai Direktur Operasi dan HCM, jabatan yang sangat ditunjang dengan latar belakang pendidikanku di TL dan manajemen. Kami diasuh oleh salah satu coach bisnis terbaik di dunia. Tim kami muda, solid, memiliki value kuat dan visi yang jelas. Sepertinya saat ini tidak ada alasan lagi untuk kami mundur dan tidak mencapai apa yang kami canangkan. Yang perlu dijaga hanyalah fokus dan menjaga semangat tim untuk meraih tujuan yang sangat menantang.

Kembali tentang connecting the dots, apa yang aku jalani saat ini sungguh seperti sebuah grand design yang maha sempurna dan Dia sudah menganugerahiku dengan semua yang aku butuhkan untuk mampu menjalani tujuan keberadaanku di Bumi, dan aku bersyukur karena itu. Mengapa aku begitu yakin dengan hal itu? Karena aku percaya dengan blueprint hidup. Di tulisan selanjutnya akan aku jelaskan tentang blueprint hidup ternasuk didalamnya chapter hidup dan connecting the dots

Ada beberapa chapter yang perlu aku tuntaskan dulu, beberapa hak orang lain yang perlu aku lunaskan, dan beberapa janji yang perlu ditunaikan, terutama janji pada diri sendiri. Itu membuatku sangat bersemangat menyambut dan menjalani tahun 2012 ini, karena tahun ini adalah tahun pembuktian, to be or not to be for all what I believe. Rock on..!!

Resolusi 2012

Hari pertama di tahun 2012 ini, salah satu aktifitas yg paling banyak dilakukan orang-orang adalah memvuat resolusi untuk tahun mendatang. Aku sudah melakukannya saat usiaku bertambah, dan aku ingin menegaskannya lagi di hari pertama tahun ini.

Selama ini walaupun aku sangat memahami penting dan kuatnya dreamboard untuk membantu impian, namun aku tak pernah benar-benar mengusahakan apa yang ada didalam dreamboard itu terwujud. Walaupun demikiam, ternyata kekuatan dreamboard itu melewati batas fisik dan mewujud dengan sendirinya. Alhamdulillah Allah begitu baik padaku, sehingga hampir sebagian besar mimpi didreamboardku sudah atau hampir terwujud. Karena itu tidak banyak kringinan yg ingin aku ucapkan hari ini, aku hanya ingin mengusahakn dengan sungguh-sungguh apa yg sudah aku tuliskan di dreamboard dan mensyukuri setiap berkah yg sudah Allah karuniakan padaku setiap harinya.

Jika Jamil Azzaini menyebutkan bahwa 4 hal harus masuk dalam membuat resolusi tahun baru, maka hal itu yg akan aku lakukan dengan dreamboardku di tahun ini. Bismillahirrahmanirrahim, insyaallah tahun ini akan jadi tahun yg luar biasa. Fight On!!

Menikmati Jakarta

Sudah hampir empat bulan aku berada di kota ini, dan seperti biasa kecepatan kota ini menelanku untuk mengisi lagi kotak memori ini. Tapi bukan itu saja yang membuatku lupa untuk terus mengisi blog ini. alasan besar lainnya adalah t***s. jafi maafkan pembaca setiaku atas kealpaan ini..:)

Kembali ke topik sesuai judulnya, tentang menikmati Jakarta. Kota ini benar2 luar biasa dengan caranya sendiri, disini terhampar berjuta peluang tapi di aatu sisi kemiskinan juga demikian telanjang dipertontonkan. Ketidakpedulian dan individualisme begitu kuat tapi disela-selamya masih banyak keyulusan dan kepedulian. semua hal yg kontradiktif ini yg membawaku menuju satu kesadaran lain tentang hati.

hati yang merupakan asal muara cinta dan suara kebenaran akan mati saat dia tidak terus diasah dan didengarkan suaranya. Namun saat dia dikuatkan dan terus dilatih maka dia akan menjadi kompas yang memandu kita dalam menjalani kebenaran, memanusiakan perilaku kita dan yang terpenting menikmati apapun yang sedang dijalani.

Demikian juga kenikmatan yang aku rasakan dalam menjalani hati-hariku di jakarta, semua aku rasakan karena ada hati dalam apa yang aku kerjakan. Syukur alhamdulillah aku masih merasakan itu, karena tanpa hal itu rasanya lambat laun aku akan menjadi robot hidup tanpa rasa yg menunggu ajalnya. Semoga ini tidak akan terjadi pada kita semua.

Keahlian, pengetahuan, bakat

Setelah membaca buku First Break All The Rules banyak hal yg selama ini masih belum jelas menjadi jadi bisa dimengerti. Sebelumnya aku mengenal konsep tentang bakat dari Abah Rama dengan talentsmappingnya. Kemudian dengan berjalannya waktu, ketertarikanku terhadap ilmu ini semakin tinggi. Seperti halnya Positif psikologi yg dipopulerkan Martin J. Selignman, atau Appreciative Inquiry, maka bakat atau yang nanti kemudian berkembang menjadi Strength Based approach diperkenalkan Gallup setelah mereka melihat betapa tidak berimbangnya perhatian orang-orang psikologi pada apa yang namanya kelebihan seorang manusia. Psikologi yang berkembang setelah perang dunia kedua adalah tentang bagaimana mempelajari penyakit kejiwaan dan akhirnya buku-buku yang membahas tentang kekurangan dan penyakit jiwa jauh lebih banyak daripada buku yang membahas tentang kelebihan dan kesuksesan manusia. Kalaupun banyak maka buku tentang kesuksesan itu adalah cerita tentang seseorang atau tips-tips dari orang sukses tertentu.

Buku First, Break All the Rules ini adalah buku pertama dari Marcus Buckingham yang berasal dari dua penelitian besar yang dilakukan Gallup terhadap lebih dari satu juta pekerja dan delapan puluh ribu manajer yang memunculkan insight luar biasa tentang bagaimana para manager hebat bertindak berbeda dibandingkan manajer rata-rata. Banyak sekali paradigma tentang manajemen yang dibahas dengan sudut pandang berbeda dan terasa lebih menyegarkan.

Penelitian pertama Gallup ditujukan pada satu juta karyawan dengan fokus pertanyaan apa yang diinginkan oleh karyawan paling berbakat dari tempat kerja mereka. Penelitian itu menghasilkan banyak penemuan (hal lainnya adalah tentang strength/bakat) tapi penemuan terpenting adalah karyawan berbakat membutuhkan manajer hebat dan penelitian itu membawa ke penelitian kedua yang kemudian melahirkan buku ini, yaitu bagaimana manajer terhebat mempertahankan karyawan mereka yang berbakat.

Seperti membaca dan merangkum Outliers, buku ini juga penuh dengan data tapi juga punya nilai sastra yang tinggi, jadi aku agak kesulitan untuk mensarikannya sesuai dengan urutannya bercerita buku ini. Buku-buku seperti ini memang lebih enak untuk dinikmati sendiri. Tapi di tulisan ini aku coba untuk mensarikan insight apa saja yang aku dapatkan dari membaca buku ini.

Ada satu pandangan yang selalu dipercaya oleh para manajer hebat, yaitu :

Manusia tidak berubah sebanyak itu. Jangan membuang waktu berusaha menggunakan apa yang tidak ada. Berusahalah menggunakan apa yang ada, itupun sudah cukup sulit.

Pandangan itu yang mendasari para manajer hebat dalam mengelola para karyawannya. Pandangan ini cukup revolusioner karena itu menjelaskan mengapa manajer hebat tidak percaya bahwa setiap orang mrmiliki potensi yang tak terbatas, mengapa mereka tidak membantu memperbaiki kekurangan karyawan mereka, dan mengapa mereka membeda-bedakan karyawan mereka. Intinya mereka melanggar semua aturan konvensional tentang mengatur karyawan dan itu pula sumber dari keberhasilan mereka mengatur karyawannya.

Hal itu bukan berarti bahwa mereka mengabaikan kelemahan karyawannya, atau menganggap semua pelatihan akan sia-sia. Karena itu kita harus memahami peran dari seorang manajer dalam sebuah organisasi. Peran manajer dalam sebuah organisasi adalah sebagai katalis dari berjalannya organisasi itu. Dalam struktur organisasi bisnis yang semakin ramping dan pemahaman yang salah tentang fungsi manajer, membuat manajer seolah-olah tidak dibutuhkan lagi. Sesungguhnya justru dengan semakin cepatnya perubahan dalam dunia bisnis, maka peran manajer menjadi semakin penting. Seperti dalam ilmu kimia, katalis adalah zat yang berperan untuk mempercepat proses terjadinya reaksi antara dua unsur. Begitu juga peran manajer, peran manajer sebagai katalis adalah dengan menjangkau kedalam setiap karyawan dan melepaskan setiap bakat unik mereka menjadi prestasi. Hal itu dilakukan dengan melakukan empat aktifitas, yaitu :

  1. Memilih orang yang tepat,
  2. Tentukan harapan atau tujuannya
  3. Motivasi mereka untuk mencapai tujuannya
  4. kembangkan orang tersebut.

Dengan melakukan 4 fungsi ini, manajer menjalankan perannya sebagai katalis. Jadi ada manajer bukanlah pemimpin yang sedang menunggu giliran, fokus mereka berbeda dan itu yang perlu dipahami sejak awal. Saat manajer menyadari perannya maka tidak akan ada lagi salah peran seperti yang biasa terjadi saat teknisi atau salesman hebat dipromosikan jabatannya atas nama pemberian reward atas kinerjanya. Hal itu biasa terjadi karena perusahaan tidak memahami perbedaan skill dan knowledge serta karakter yang harus dipunyai seorang manajer hebat dengan pekerja teknis yang hebat.

Jadi mulai saat ini saat kita bicara tentang keahlian, pengetahuan dan bakat maka ketiga hal ini adalah tiga hal yang berbeda dan seseorang akan mencapai kinerja maksimumnya saat dia bisa memaksimalkan bakat yang dia punya dengan fungsi pekerjaan yang sesuai dan kemudian ditambah dengan pengetahuan dan keahlian yang sesuai untuk menunjang fungsi tersebut. Hal itu sama dengan konsep landak yang digagas Jim Collins dibukunya Good to Great. Jadi selamat mengasah keahlian dan pengetahuan teman-teman, tapi satu hal yang perlu dipastikan dulu adalah selamat mencari bakat yang perlu kita maksimalkan.

3 Idiots and Clever Country

Aku selalu percaya pendidikan adalah penggerak utama peradaban. Semakin terdidik penduduk suatu negara maka biasanya hasil budaya negara itu juga semakin tinggi. Dan judul diatas adalah judul salah satu film dari negara yang warga negaranya salah satu pelanggan hadiah Nobel dan kaum profesionalnya, terutama di bidang IT dan kedokteran sudah diakui oleh banyak negara maju. Ya negara itu adalah India. Industri film negara itu memang salah satu yang terbesar di dunia, tapi karena aku bukan salah satu fans film-film mereka maka hanya beberapa saja yang aku tonton. Dan sugguh mengejutkan bahwa banyak film-film mereka sangat layak ditonton. Seolah-olah India benar-benar lompat dari negara yang sedang berkembang menjadi negara maju. Sungguh mengenaskan jika di Indonesia, salah satu anak bangsa menjadi raja  sinetron dan merusak bangsa ini dengan tontonan tidak mendidik penuh mimpi dan air mata buatan atau tokoh antagonis yang sangat keterlaluan jahatnya.

Sudah hampir satu bulan aku tidak berhasil menulis resensi film ini, aku selalu berhenti di tengah kebuntuan untuk menuliskan apa yang ingin aku sampaikan. Dan seminggu yang lalu setelah menonton film ini di bioskop akhirnya aku tahu apa yang akan aku tulis. Yaitu tentang keberanian dan mengikuti kata hati. Awalnya aku ingin menuliskan resensi dari film 3 jam ini, tetapi sepertinya aku sudah ada yang melakukannya lebih baik disini (hati-hati bagi spoiler hater, artikelnya banyak spoilernya), jadi lebih baik aku langsung menulis apa yang menginspirasiku dari film ini.

Menurutku apa yang aku alami  selama hampir satu semester ini adalah fenomena Raju. Raju di film ini diceritakan sebagi tokoh yang paling penakut diantara tiga orang itu. Dia adalah anak cerdas yang kemudian karena keadaan keluarga dan harapan orang-orang sekitarnya membuatnya takut pada apa yang akan terjadi. Dan itu adalah hal yang paling tepat menggambarkan keadaan diriku dan mungkin banyak dari kita. Ketakutan akan apa yang akan terjadi melumpuhkan kita untuk melakukan sesuatu yang perlu kita lakukan sekarang.

Tentang keberanian, banyak hal yang bisa dipelajari dari Raju, dan mungkin dia adalah tokoh dimana aku paling banyak belajar dan mendapatkan inspirasi. Berbeda dengan Rancho yang seperti angin yang bebas bergerak dan matahari yang menghangatkan, Raju seperti orang yang terbelenggu oleh dirinya sendiri untuk mengeluarkan apa yang terbaik dari apa yang dia punya. Banyak dari kita yang seperti itu, mengikuti ketakutan dan akhirnya ketakutan itu mewujud dan membuat kita semakin percaya bahwa kita memang tidak ditakdirkan untuk menjadi pemenang. Dan itu bukan karena kita terlahir untuk pengecut, tetapi lebih karena hati kita yang seringkali takut, karena itu Aal izz well menjadi mantra ampuh untuk mengelabui hati dari ketakutannya.

Itu persis yang aku alami sepanjang semester ini, ketakutan dan harapanku terhadap hasil akhir telah membutakanku terhadap proses apa yang harus aku jalani. Einstein pernah berkata hanya orang gila yang melakukan hal yang sama tetapi berharap hasilnya berbeda. Dan ternyata aku hampir saja menjadi orang gila itu. Tekanan di awal semester dan keenggananku terhadap salah satu mata kuliah membuatku tidak berusaha maksimal sampai UTS kemarin, aku terus menunda dan berharap akhirnya semuanya lewat tanpa aku harus mengerjakan apa yang tidak aku suka. Tetapi dunia tidak bekerja seperti itu kawan, kita punya kemerdekaan memilih untuk melakuakan apapun, tetapi kita tidak pernah bebas menentukan konsekuensi dari pilihan tersebut. Dan yang kudapat hanyalah stress yang semakin menggila. Akhirnya aku harus mengakui kebenaran lama bahwa pada akhirnya dunia hanya mengakui apa yang kita kerjakan bukan apa yang kita bilang kita bisa kerjakan. Aku mulai mengejar ketertinggalanku dan menanggalkan ketakutan dibelakang. Fokusku aku alihkan dari apa yang seharusnya aku lakukan menjadi apa yang bisa aku lakukan.

Tentang mengikuti kata hati,  Nugie mengatakan ini sebagai lentera jiwa, ada yang bilang ini adalah passion, semuanya berkata tentang hal yang sama bahwa kita harus mengejar apapun yang kita suka untuk dikerjakan. Dan film ini menceritakan hal ini dengan begitu indahnya, tanpa berusaha menggurui, tetapi apa yang ingin film ini sampaikan tentang sistem pendidikan, keberanian, cinta dan menikmati hidup menurutku adalah hal-hal yang perlu kita jaga karena betapa mudahnya hal itu ditutupi oleh kerasnya dunia. Akhirnya aku bisa memahami apa yang dikatakan Andrie Wongso tentang keras pada diri sendiri. Keras pada diri sendiri bukan berarti bahwa kita harus memaksa diri melakukan terus apa yang harus dilakukan, Tetapi lebih pada disiplin untuk terus fokus memilih tindakan perlu dilakukan agar apa yang kita inginkan terjadi. Karena saat kita mengikuti passion atau kata hati maka setiap apapun yang kita lakukan tidak akan terasa berat, bahkan kebalikannya, seolah kita terdorong dengan sendirinya dari pilihan itu. Satu hal yang perlu dilakukan hanyalah sekedar keras untuk mengikuti kata hati.

Beruntung India punya orang-orang seperti Rajkumar yang bisa mengajarkan hal ini pada bangsanya dengan cara yang menyenangkan. Dan semoga apapun yang akan kita kerjakan bisa menginspirasi sekitar kita. Selamat berkarya kawan-kawan. Jika hari ini kita tidak berani untuk mengikuti kata hati  maka mari kita bersama-sama mengikuti mantra sakti Rancho AAL IZZ WELL….

Kampung Inggris

Kali ini aku mo share oleh-oleh kegiatanku selama liburan. Satu bulan kemarin terhitung dari tanggal 23 Desember sampai 22 Januari aku menghabiskan liburanku sambil melancarkan kemampuanku berbahasa inggris di kampung unik yang terkenal dengan nama kampung Inggris. Kampung ini resminya adalah desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Letaknya sekitar 25 km dari kota Kediri dan kota perlintasan Kediri-Malang via Batu. Desa yang cukup kecil dengan hawa yang panas khas daerah dataran rendah.

Yang menarik dari kampung ini, sesuai namanya adalah banyaknya tempat kursus bahasa inggris, dan bahasa lain. Kampung ini tidak serta merta menyandang nama itu, setelah 30 tahun ada satu orang yg dengan keras kepala mengajarkan bahasa asing itu ke penduduk kampung ini akhirnya membuat seluruh desa akhirnya dikenal sebagai tempat belajar bahasa inggris dengan harga terjangkau, berkualitas dan tidak jauh dari rumah. Yang lebih menarik lagi bahwa popularitas kampung ini hanya berasal dari kabar mulut ke mulut dari alumni yang sudah merasakan belajar bahasa di kampung ini.

Pada dasarnya kursus bahasa inggris di desa ini menyediakan 6 kelas besar yaitu speaking (Daffodil, Marvelous), structure (Smart, Kresna, Mahesa, Global), pronounciation (Marvelous), TOEFL (ELFAST), writing (ELFAST, SMART, Global) dan vocabs+expression. Nah yang menarik lagi adalah jarang sekali satu kursus memiliki semua kelas tersebut dan terkenal bagus. Jadi sebaiknya memang perlu survey dulu tempat kursus mana yang akan diambil, jika tidak mau terjebak dikursusan antah barantah. Nama-nama kursus diatas hanyalah hasil dari kompilasi pendapat teman2 dan pengalamanku yg sangat subjektif selama disana.

Durasi tiap kelas biasanya satu bulan (hanya di Kresna yang ada program 2 minggu) dan pendaftaran dibuka setiap tanggal 10 dan 25 tiap bulannya, saranku datanglah untuk ikut periode 10 karena kemungkinan kelas yang dibuka lebih banyak dibandingkan periode 25. Setahuku hanya ada dua tempat kursus (BEC dan SMart) yang mengadakan test untuk menyaring calon peserta yang ingin mengambil kelas itu. Disini semua kelas rata-rata waktu belajarnya 1.5 jam tiap hari, Senin – Jum’at, mulai dari jam 5.30 sampai jam 21.00. Menarik sekali jika melihat bagaimana semangat orang2 belajar disana, begitu selesai sholat subuh maka jalanan kampung itu akan penuh dengan orang-orang yang jalan menuju tempat kursusnya masing-masing. Dan jangan heran jika mendengar orang guman2 ga jelas dalam bahasa inggris, bisa jadi mereka adalah yang sedang berusaha menghafal vocabs. Satu lagi, biasanya setiap bulan tempat2 kursus itu mengadakan liburan ke Bali atau ke Bromo dengan mengajak murid2nya sehingga mereka punya ajang berlatih berbicara dengan orang asing dengan bahasa inggris. Cara menyenangkan lagi untuk belajar bahasa khan?

Hal yang menarik adalah betapa murahnya biaya belajar bahasa inggris disana. untuk biaya rata-rata tidak lebih dari 120rb/kelas, bahkan jika ambil yang paket (speaking, grammar, vocabs, pronounciation) ada beberapa kursus yang biayanya tidak lebih dari 300 rb (plus camp). Untuk makan juga jangan kuatir, satu porsi pecel lele 3rb, soto, chinese food, bakso 5rb, steak-pun cuma 12rb. pokoknya semua ringan dikantong deh. Untuk tempat kost, ada dua tipe, bisa tipe camp (24 jam kudu pake bahasa inggris) atau kost biasa. Harganya paling mahal 200rb itupun buat kost cewek (kost cowok biasanya lebih murah dan butut daripada kost cewek..:). Dari pengalamanku disana, sebulan aku kursus disana biayanya total tidak lebih dari 1jt, bayangkan kalo aku kursus di kursusan di Bandung, uang segitu cuma untuk satu kelas yg kemungkinan tidak akan membekas.

Kenapa bisa? Karena rata-rata pendiri kursus disana masih punya idealisme yang sama untuk bisa berbagi keahlian bahasa inggris untuk sebanyak mungkin orang, bahkan banyak kursusan yg memberi diskon 50 % jika kita alumni pondok salaf. Hal ini yang aku pelajari selama tinggal disana, bagaimana keyakinan orang-orang disana yang berbagi keahlian dan semangat belajar akhirnya mampu menggerakkan ekonomi suatu desa. Suatu hal yg aku yakin bisa membawa Indonesia menuju kejayaannya dan banyak ada di negara ini. Satu semangat dan potensi lokal yang perlu dikembangkan. Terlebih disana peran pemerintah tidak terlalu tampak untuk mensupport perkembangannya.

Saat disana aku juga menemukan wajah bangsaku yang beranekaragam dengan segala karakternya. karena disana banyak sekali pelajar yang datang dari lombok, makassar, semua kota di jawa, sumatra, dan lainnya. Saat aku berbincang dengan mereka, aku semakin diyakinkan bahwa bangsa ini adalah bangsa besar yang hanya perlu dibangunkan dari kenyamanannya untuk mengejar kebesarannya. Dan mereka yang mulai kampung inggris ini juga mungkin adalah orang yang melihat potensi ini dan jatuh cinta pada bangsa ini.

Kesimpulannya jika ada waktu luang yang cukup panjang, ingin belajar bahasa inggris sampai bisa ngobrol dengan native dan mau belajar semuanya dengan harga murah maka kampung inggris adalah solusinya. Tapi sayangnya jika teman2 sudah merasa tidak mengalami kesulitan berbicara bahasa dan hanya ingin menyempurnakan penguasaan bahasa inggris, maka sulit sekali menemukan kursus yang bisa mengakomodasikan hal itu. Kampung inggris akan sangat membantu jika memang teman2 tidak bisa bahasa inggris sama sekali dan ingin bicara layaknya english native speaker dalam 2 – 3 bulan. Tapi sekali lagi seperti Socrates bilang, bahwa semua pembelajaran pada akhirnya berpulang pada kita, semuanya dimulai dari niat sendiri dan kesungguhan kita untuk mengambil semua manfaat dari kelas yang kita ikuti.

Keseimbangan

sunrise

Selamat pagi dunia!!

Hari ini aku menulis ini pada waktu matahari baru saja memulai perjalanannya. Saat ayam masih terdengar kokoknya dan sang muadzin baru saja pulang dari suraunya. Semalam aku baru tidur jam 3 dini hari tetapi entah apa yang terjadi jam 4.30 aku terbangun dari tidur itu dan rasa pertama kali yang kurasakan adalah LUAR BIASA..!!

Rasanya tidur yang hanya sebentar itu sudah cukup untuk mengurai semua lelah dari tubuh dan hati berbunga-bunga semangat untuk menjalani hari. Pagi ini aku bahagia. Bahagia bahwa aku masih diizinkan hidup untuk sehari lagi, bahagia bahwa tubuh ini masih bangun tak kurang suatu apapun, bahagia bahwa aku masih merasakan apapun yang aku butuhkan adalah cukup dan terutama bahagia bahwa  aku akan menjalani hari lain yang luar biasa untuk beribadah kepada-Nya dan bermanfaat untuk orang lain.

Perasaan ini jujur jarang aku alami, dan aku sudah menamai perasaan ini sebagai perasaan seimbang. Cukup! Tidak lebih dan tidak kurang. Rasanya begitu tenang, aman, nyaman dan bersyukur. Bersyukur terhadap semua yang aku punya dan aku alami, bersyukur terhadap kesempatan-kesempatan yang akan aku alami. Dan terutama bersyukur bahwa aku masih memijak bumi untuk memberi arti.

Pikiranku sempat mengembara bahwa mungkin inikah yang selalu dirasakan bagi orang-orang yang selalu berserah  dan bersyukur. Orang-orang yang telah menemukan kesejatian hidup dan maknanya di bumi ini. Orang-orang yang telah mengalami pencerahanterhadap arti tentang hidup itu sendiri. Aku tidak berkata bahwa aku telah sampai pada tingkatan mereka. Karena dosaku masih menggunung, ilmu dan amalanku masih jauh untuk mencapai tahap itu dan hati ini masih belum sampai pada keimanan tak tergoyah, berserah dan terus bersyukur.terhadap semua yang terjadi.

Perasaan yang aku rasakan pagi ini adalah apa yang aku namakan seimbang, tak berani aku berharap ini akan terus terjadi setiap paginya. Namun apa yang aku rasakan pagi ini hanya sanggup aku ungkapkan dengan satu doa pendek setelah Subuh pagi tadi ” Terima kasih Allah, telah Engkau anugerahi hamba ini begitu banyak kenikmatan, bimbinglah hambamu ini agar bisa selalu mensyukurinya dan berserah terhadap setiap ketetapan-Mu” . Itulah mungkin jalan menuju SEIMBANG.

Integritas

Integritas adalah tentang melakukan apa yang dikatakan, atau istilah kerennya walk the talk. Konsep yang sudah setua umur peradaban (walaupun aku belum melakukan risetnya), dan mendasari segala hubungan manusia. Integritas akan mengarah kepada kepercayaan dan pada akhirnya akan mengeliminasi suatu ide akan tetap lestari atau tidak.

Integritas mengakar pada nilai sejati manusia, dan proses untuk meraihnya  adalah sebuah perjalanan seumur hidup. Meningkatnya integritas akan mengarahkan seseorang untuk menduduki tempat tertinggi dalam masyarakat dan pada akhirnya  akan menjaga nilai kemanusiaan tetap mengarah kepada keadaan harmony dan sejahtera.

Agama sebenarnya sudah mengajarkan hal itu, namun seringkali nafsu yang menghalangi seseorang untuk melihat kedalam dirinya  dan menjaga terus integritasnya.

Kesadaran tentang integritas ini tiba-tiba terlintas saat aku mendengar temanku berkomentar tentang ajakanku untuk mengikuti salah satu training yang menurutku mmengubah hidupku dan kemudian mencontohkan prosesku yang aku alami untuk menjelaskan manfaatnya. Ternyata itu malah dianggap sesuatu yang lucu dan memperlihatkan bagaimana integritasku dimata dia. Pengalaman itu menyadarkanku tentang apa itu integritas dan bagaimana caranya untuk menjaganya. Apa itu integritas sudah aku sebutkan diatas, tentang bagaimana cara menjaganya, satu hal yang terlintas dikepalaku adalah dengan mendengarkan suara hati.

Suara hati adalah hal abstrak yang terkadang terkesan mengada-ada, tetapi buatku dan orang-orang setipe denganku yang lebih mudah untuk beresonansi dengan inner self dibandingkan outerself maka hal seperti ini akan lebih mudah dipahami. Pada dasarnya suara hati ini sangat sederhana, ini adalah alat yang diberikan Allah untuk membimbing manusia menuju kesejatiannya, mencapai yang terbaik dari dirinya dan untuk orang lain dan pada akhirnya  meniru cara kerja Tuhan untuk menjaga kehidupan. Suara hati akan selalu membimbing kebaikan dan akan memisahkan mana yang buruk dan yang baik. Sangat sulit menjaga suara hati ini agar tetap terdengar, tetapi agama sudah memberi tuntunannya dansatu hal yang paling mematikannya adalah nafsu.jadi jika suara hati akan selalu mengarahkan kita menuju kebaikan, maka nafsu pasti akan mengajak kita untuk menuju keburukan. Dua hal ini ada dalam jiwa, dan siapa  diantara kedua itu yang memimpin, maka apa yang akan dihasilkan orang itu akan terlihat, apakah manfaat atau kerusakan.

Jadi kesimpulan dari tulisan diatas adalah untuk menjadi seseorang yang berintegritas maka  aku hanya perlu mendengarkan suara hati, dan memanajemen nafsu.. Itu berarti aku perlu terus untuk sadar terhadap semua pilihan yang aku ambil dan terus self-aware terhadap apa yang terjadi disekitarku dan apa yang aku rasakan. Hal itu adalah jalan yang panjang dan mungkin tidak mudah, tetapi hanya integritaslah yang akan menentukan kualitas dari diri ini.

You Call The Shots

Buku ini bukan buku baru, tapi buku yang dari lama sudah ingin aku baca. Buku tentang Cameron Johnson (CJ) yang masih berusia 21 tahun tapi sudah berhasil mendirikan 12 perusahaan dan menjadi salah satu pengusaha muda IT yang cukup dikenal. Bukan kisah selayaknya Mark Zuckerberg atau Sergey Brin atau pula Steve Jobs yang dengan kecermelangannya mampu menciptakan suatu aplikasi atau produk yang spektakuler dan meledak dalam waktu singkat. Kisahnya lebih sederhana tapi apa yang dia ajarkan dari buku itu sungguh adalah mutiara hidup yang bisa diterapkan buat siapapun yang ingin menjadikan dirinya seorang entrepreneur.

Pak Kafi Kurnia pernah bilang bahwa menjadi seorang entrepreneur itu biasanya cuma didorong oleh dua hal yaitu PENASARAN atau KEPEPET ( tapi dari pengamatanku sih, ada juga yang penasaran untuk memepetkan diri sendiri..:) Nah cerita si CJ ini dimulai dari umur 9 tahun saat dia mulai mendirikan usaha pertamanya yang jualan kartu ucapan dan hasil printing lainnya setelah dia dibelikan seperangkat komputer dan printer pada umur 9 tahun. Itu bisnis pertama dia, seterusnya dia silih berganti mendirikan, menjual dan menutup bisnis selama hampir 12 tahun. Bisnis keduanya adalah jualan boneka online, bisnis ketiga adalah jasa penyaringan email sampah, keempat mall online, kelima pembuat web, keenam perusahaan iklan berbayar, ketujuh perusahaan penyedia avatar IM, kedelapan perusahaan jasa website khusus pelayanan pelanggan dealer mobil, kesembilan, perusahaan jual beli voucher belanja, kesepuluh perusahaan software, kesebelas perusahaan jasa pelayanan system IT terintegrasi dan kedua belas perusahaan konsultan bisnis. Tidak semua bisnis itu dia jalani saat ini, tapi lebih banyak saling bergantian, karena sambil dia mendirikan sebagian besar perusahaan itu dia juga masih sekolah.

Banyak hal yang dipelajari dari kisah hidupnya sebagai entrepreneur itu, pelajaran yang perlu diketahui oleh siapapun yang bercita-cita ingin menjadi entrepreneur. Aku sangat terpakau dengan bagaimana dalam usia semuda itu dia bisa punya pengalaman yang sedemikian luas, dalam dan kaya. Pelajaran yang mungkin hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang sudah menjalani 10.000 jam mereka dalam bidang yang mereka pilih (ini mengutip buku Outliers-nya Malcolm Gladwell). Dia tidak berasal dari keluarga miskin yang kemudian dengan usaha kerasnya mencapai american dreams-nya. Dia adalah anak dari generasi ketiga yang mewarisi salah satu dealer Ford terbesar di Virginia. Dan dari penasarannya akhirnya dia bisa mendapatkan jalan hidup yang luar biasa seperti itu.

Mengutip buku outliers lagi, kesuksesan seseorang selain karena usaha pribadi tetap tidak bisa dilepas dari kesempatan dan warisan budaya yang mengaliri darah mereka. Kesempatan CJ klo boleh disebut adalah dia lahir dari keluarga kaya yang berprofesi sebagai entrepreneur, dia juga lahir di amerika dimana lingkungan bisnisnya sangat kondusif dan banyak sekali lomba-lomba dan tokoh panutan yang bisa diraihnya, dia juga mendirikan bisnis pada saat bisnis online masih baru mencari bentuknya dan kebetulan dia berada di amerika sebagai pusatnya bisnis online (ini bisa juga dilihat kecerdasan dia dalam menunggangi trend yang ada). Dan dari semua kesempatan dan warisan budaya seperti apa yang disebutkan di Outliers, tetap harus aku akui CJ adalah seorang yang luar biasa atas usaha dan kecerdasannya.

Sejak kecil dia sudah terbiasa dengan aura entrepreneurship yang ada dalam keluarganya, istilah2 akuntansi, kepuasan pelanggan dan manajemen sudah tidak asing dia cerna dari kecil. Bahkan saat usia 8 tahun dia mendapat kesempatan untuk mendapat kejutan dari Donald Trump (DT) hanya karena dia menuliskan kepada DT bahwa dia ingin melihat kamar yang dipakai untuk syuting film Home Alone 2. Sejak saat itu dia memutuskan bahwa dia ingin menjadi seorang entrepreneur seperti Donald Trump.

Ada beberapa poin yang dia cuma sampaikan dari pengalamannya selama 12 tahun menjadi entrepreneur. Lagi-lagi aku sungguh kagum bagaimana anak sekecil itu (btw dia lahir tahun ’84) bisa mendapatkan insight sedemikian hebatnya.Berikut poin tentang kewirausahaan dan sedikit penjelasannya :

  1. Lakukan upaya khusus : menurutnya ini adalah inti dari semangat kewirausahaan. Entrepreneur sejati tidak melihat uang. menjadi terkenal atau kekayaan sebagai tujuan akhirnya. Dia hanyalah orang yang memenuhi panggilan jiwanya untuk kebebasan dan impiannya dengan melakukan upaya khusus untuk memastikan hal itu terwujud. Dan perjalanannya menjadi entrepreneur adalah tentang melakukan upaya khusus itu.
  2. Mulai dengan modalyang kecil : CJ memulai semua bisnisnya dengan modal yang relatif kecil dibandingkan hasilnya. Dia sudah memiliki disiplin untuk memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan, disiplin untuk memutar sebagian besar keuntungan usahanya kembali ke bisnisnya, dan beriklan dengan cara yang kreatif dan murah (low input high impact)
  3. Buatlah uang bekerja untuk anda : Sejak kecil dia sudah punya disiplin untuk mencatat  keuangan pribadinya, termasuk mengeluarkan uang lebih sedikit dari apa yang dihasilkan. Sejak usia 11 dia sudah belajar tentang asuransi, dana pensiun dan jual beli saham untuk meleverage nilai uang yang dia punya. Sebagai entrepreneur dia juga mengingatkan agar lebih fokus dalam membangun bisnis, bukan uangnya, tetapi pada memberi manfaat lebih kepada pelanggan, saat itu dipenuhi maka uang akan datang dengan sendirinya. Filosofi yang sangat menarik darinya tentang uang adalah uang itu hanya sekedar alat, jangan sampai itu merampas hidup kita karena mengejarnya.
  4. Mencari ide hebat dari lingkungan terdekat : CJ mengikuti prinsip Warren Buffet jika tentang ide bisnis, yaitu mulailah mencari bisnis yang kau tahu bisnisnya dan kemudian pelajari idenya untuk diterapkan dengan hati-hati. Dan semua bisnis yang ia ceritakan adalah tentang penerapan prinsip ini, mulai dari ide yang berangkat dari kebutuhan, menunggangi trend pasar hingga pelengkap atau penyempurnaan dari ide bisnis yang sudah ada sebelumnya.
  5. Seimbangkan bisnis dengan kehidupan : bayangkan jika seorang anak 14 tahun yang mengatakan itu, tapi itulah kenyataannya. Pada usia itu, CJ sudah bisa memahami konsep keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dan memisahkannya, dia sangat suka dengan bisnis yang dia bangunm bahkan mungkin tergila-gila. Tetapi disela-sela itu dia masih bermain bola, bersosialisasi dan pacaran.
  6. Bergaullah dengan orang hebat : Satu kebiasaan efektif dari CJ adalah menyimpan kartu nama orang-orang yang pernah berhubungan dengannya dan kemudian bekerjasama  dengan orang-orang dalam jaringannya saat ada ide bisnis baru yang muncul. Pada usia 15 tahun dia mengikuti Young IT entrepreneur award dan menjadi salah satu dari 3 besar pemenangnya. dari situ dia bertemu dengan Aaron yang akan berpartner di perusahaan agen iklan onlinenya dan menjadi bisnis besar pertamanya.
  7. Jadikan diri anda merek : Satu hal yang tidak mungkin dihindari seorang pebisnis sukses adalah secara tidak langsung dia menjadi selebritis dan jika berhasil dimanfaatkan maka ini akan menjadi iklan yang efektif untuk bisnisnya. Dan CJ telah menjadi merek yang kuat sejak dia menang Young IT entrepreneur award dan mendirikan perusahaan agen iklan online, sampai kemudian dia diundang ke jepang sebagai duta internet untuk remaja Jepang dan hidupnya menjadi buku yang laris berjudul 15 years old CEO. Bahkan dengan namanya itu juga dia kenal banyak orang hebat yang beberapa menjadi mentornya.
  8. Jangan takut bernegosiasi : saat menjadi entrepreneur negosiasi adalah sesuatu yang tidak mungkin bisa dihindari, dan dari cerita CJ negosiasi yang berhasil adalah negosiasi yang akan menghasilkan keputusan menang-menang dan berasal dari percaya diri yang kuat akan haknya. Dan dia belajar dari cara yang paling keras yaitu dari tuntutan hukum yang kemudian berakhir baik.
  9. Ambil keputusan sendiri dengan tegas : lagi-lagi ini adalah pelajaran paling penting menjadi seorang entrepreneur. Kehidupannya adalah tentang mengambil keputusan. CJ banyak mengambil keputusan dan satu hal yang bisa dipelajari adalah setiap mengambil keputusan CJ sudah mempertimbangkan semuanya dan tidak pernah menyesali setiap keputusan yang dia ambil. Itu juga yang menurutnya membuat dia selalu merasa bekerja dengan penuh kebahagiaan dalam mencapai kesuksesannya, satu hal yang langka ditemui di dunia kerja. Salut Gan, anak seusia itu sudah bisa mensarikan inti dari kehidupan. Itu karena dia telah menjadi murid kehidupan yang baik.
  10. Beradaptasi atau mati :konsep paling klasik dari kehidupan dan bisnis ini telah CJ terapkan sepanjang perjalanannya menjadi entrepreneur. Dan pelajaran ini membawanya ke pendirian perusahaan keduanya yang terbesar, yaitu perusahaan jasa website khusus pelayanan pelanggan dealer mobil.
  11. Carilah mentor yang  hebat : CJ telah mengikuti nasehat tua juga tentang orang hebat pasti memiliki guru yang luar biasa. Dalam perjalanannya dia bertemu dengan Donald Trump, Michael Dell, David Bach, Joe Sugarman dan mereka jadi mentornya. Bayangkan percepatan yang dia alami, dia juga bilang bahwa era internet membawa semuanya berubah dengan cepat dan kualitas jaringan pertemanan akan menjadi jauh lebih bernilai dari masa-masa sebelumnya.
  12. Mencari ilmu baru setiap hari : kiat paling usang tentang pengembangan diri, tetapi menjadi menemukan dayanya saat melihat bagaimana saat ini diterapkan seseorang maka bahkan anak seusia 21 tahun juga sudah bisa menjadi salah satu pengusaha IT tersukses di Amerika.
  13. Gunakan kekuatan pers : ini penerapan ilmu marketing yang disebutkan diatas yaitu low input high impact, yaitu memanfaatkan kekuatan pers. CJ melakukannya untuk peluncuran bisnis ketiganya yang mendapat sorotan nasional yaitu perusahaan jual beli voucher belanja. Dan kebijakan lama ternyata masih berlaku, yaitu orang lebih percaya perkataan orang lain dibandingkan iklan, alias pemasaran getok tular jauh lebih efektif dibandingkan iklan.
  14. Mendapatkan pengalaman dari dasar : salah satu kekuatan bisnis masa depan adalah bagaimana memanfaatkan kebijaksanaan ekonomi etalase dengan teknologi canggih. Itu yang CJ coba sampaikan, entrepreneur hanya akan bisa sukses jika dia bisa memahami betul tentang bagaimana perusahaan itu berjalan, memenangkan hati pelanggan dan mengelola timnya dan terutama tahu bagaimana menjual. Dan itu hanya bisa didapat jika dia sudah pernah menjalankan atau terlibat di bisnis konvensional. CJ tahu betul itu karena setiap musim panas sejak usia 12 tahun dia wajib bekerja kasar di dealer ayahnya.
  15. Jangan pernah memandang rendah pelanggan : satu kebijakan terbaik dari poin ini adalah tugas penjual bukan menciptakan penjualan, tetapi bagaimana mengatasi hambatan sehingga seseorang mau membeli. Karena itu jangan terlalu percaya iklan (hilangkan usaha promosi yang tidak efektif), berinvestasilah pada hal yang tepat, , perhatikan pelanggan anda dan ciptakan budaya tindak lanjut. Empat hal diatas menurutnya resep pasti untuk menciptakan dan meningkatkan penjualan.
  16. Jadilah pengusaha seperti yang anda inginkan : CJ pada akhirnya merangkum semua perjalanan hidupnya tentang menjadi seorang entrepreneur adalah layaknya seorang musisi atau artis, entrepreneur adalah orang yang kreatif dan maha karyanya adalah perusahaan yang mereka dirikan. Kesuksesan adalah mereka yang mencari apa yang menjadi kebahagiaannya dan kemudian mewujudkannya, entah itu dengan mendirikan bisnis, bekerja kepada orang lain atau bekerja sendiri menjadi profesional. Pesannya tetap sama, saat kita menempatkan kesenangan, kepuasan dan pemenuhan kebahagiaan diatas keuntungan maka semuanya akan berubah menjadi menguntungkan.

Demikian rangkuman buku indah yang dibuat oleh anak berusia 21 tahun. Selalu mengagumkan bagaimana pemahaman kita bisa berlipat banyak dengan membaca pengalaman orang lain. Seperti Einstein bilang  – Experience is knowledge, the rest is just information -. Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat, dan semuanya akan bermanfaat jika memang apa yang dipelajari bisa membuat kita lebih mengenali diri sendiri dan berikutnya mengubah kita menjadi pribadi yang lebih efektif. Seperti Ibu Besar selalu bilang, yang penting bukan apa yang kamu tahu, melainkan apa yang kamu lakukan dari apa yang kamu tahu. Berikutnya aku akan merangkum Outliers dari Malcolm Gladwell yang sangat menarik dan First, Break All the Rules-nya Marcus Buckingham.

Terima kasih jika kalian sudah membaca sampai paragraf ini. Beberapa hal yang mengganggu dari buku You Call The Shots terbitan PT Elex Media ini adalah penerjemahannya kurang bagus, banyak kesalahan ketik dan lamanya buku ini masuk di Indonesia (terbit 2006 tapi baru dialihbahasakan 2008).

Yes, we are Great ‘sick’ Country

‘ To compete against China ? Are you crazy ? Even we are not doing that ‘

Itu petikan obrolan terakhir yang aku tangkap antara temanku dengan salah satu mahasiswa DSM setelah kuliah hari ini (Senin, 19/10/2009), entah mengapa masih saja terngiang di telinga dan butuh penyaluran. Mahasiswa DSM itu adalah mahasiswa yang berasal dari Singapore dan orang yang sangat menarik dari kapasitas intelektual. Dia punya 1 gelar Bachelor, 4 gelar Master dan sekarang sedang menjalani studi doktoralnya. Sedangkan partner diskusinya adalah temanku yang MSM adalah orangyang lama berkecimpung di LSM terutama berkaitan dengan pemberdayaan UKM, salah satu ‘mutiara’ di angkatan kami.

Diskusi ini muncul setelah presentasi tugas Metodologi Penelitian dia  tentang global value chain. Dari pemahaman dia, global value chain jika dieksekusi dan dilakukan dengan benar akan bisa me’leverage’ industri kecil yang terlibat didalamnya secara keseluruhan, dan akan berpengaruh pada competitive advantage dari industri-industri itu secara keseluruhan. Itu rupanya yang menjadi bahan perdebatan. Menurut mahasiswa DSM itu, hal itu sama saja dengan misi bunuh diri, karena dengan kualitas pemerintahan, infrastruktur dan industri yang masih seperti ini sudah berani untuk berkompetisi dengan ekonomi China yang bahkan berhasil memukul ekonomi Jepang, China dan negara Eropa barat lainnya. Aku tidak mengikuti diskusi yang sedang terjadi, tapi ada hal menarik yang langsung muncul di kepalaku saat perdebatan itu terjadi. Kesadaranku tentang menjadi bagian dari bangsa ini terusik dan tersinggung

Aku juga ingin berkata bahwa memang bangsa kami belum terurus dengan benar, benar memang apa yang kamu katakan bahwa masih banyak yang perlu kami perbaiki, tapi jangan pernah sebut impian salah satu dari kami adalah kegilaan. Harapan mungkin adalah satu-satunya harta paling berharga dari seseorang. Dan bangsa kami juga lahir dari impian segelintir dari bangsa ini kala itu, menghadapi kekuatan yang nampak tak terkalahkan berabad lamanya.

Bangsa kami adalah bangsa yang sangat beragam, 170 suku bangsa besar dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa,  dan karakternya masing-masing. Belum lagi bagaimana kekayaan laut, hutan, barang tambang, dan keindahan alamnya yang seringkali melenakan kami. Gemerlapnya bahkan menutupi hati nurani beberapa pemimpin kami sehingga mereka berkhianat pada amanah yang diembannya. Sungguh memang banyak kerja yang perlu kami lakukan. Karena itu tak apa kau sebut bangsa kami sekarang bangsa besar yang sedang sakit.

Justru aku bersyukur bisa hidup di negara seperti ini, begitu banyak perbedaan, begitu banyak sisi, begitu banyak kesempatan untuk menuai amal dengan membantu sesama. Aku masih ingat saat bagaimana cerita tentang bagaimana kami merebut kemerdekaan bangsa ini, bagaimana kakekku ikut mempertahankannya, atau bagaimana bangsa kami seringkali mengalami peristiwa berdarah-darah seperti peristiwa PKI, petrus atau kerusuhan dukun santet. Apa yang kami alami adalah sejarah yang menguatkan bangsa ini. Bagaimana akhirnya itu membuat kami tetap rukun walau tetangga sebelah rumah kami tidak satu agama, satu suku bangsa. Bagaimana kami kemudian memiliki bahasa Indonesia yang kami hormati dan kami gunakan bersama bahasa ibu kami masing-masing.

Terlalu banyak yang akan tertuliskan jika melihat kelebihan ataupun kekurangan bangsa ini. Yang menjadi pertanyaan untuk aku, kau dan anda semua adalah dengan sisi mana Anda lihat masalah negara ini. Bagian mana yang akan Anda pilih untuk alasan Anda kenapa Anda disini. Jika Anda memilih hanya melihat kekurangan bangsa ini maka selamat datang di negara besar yang sakit. Jika Anda melihat kelebihan bangsa ini, maka selamat datang di calon negara maju. Jika Anda memilih untuk tidak memilih juga tak apa, tapi selamat datang dalam kehidupan yang biasa-biasa saja.

Sekarang saatnya untuk benar-benar memahami kelebihan dan kekurangan bangsa ini dan memilih  melihat apa yang terjadi dari sisi positifnya. Dan kemudian menyingsing lengan baju untuk bekerja bahu membahu menyelesaikan masalah yang ada satu per satu. Mulai dari diri sendiri, yang di sekitar kita dan yang mampu dilakukan sekarang. Menjalankan peran masing-masing dengan penuh syukur dan bertanggung jawab, meneruskan berita baik yang terjadi dan saling menguatkan dan terutama selalu ingat bahwa hanya dengan kepedulian kitalah, semua hal lambat laun akan bisa diperbaiki.  Seperti guruku bilang, bangsa ini punya masalah manajemen, hanya dengan kekuatan hati maka hal itu bisa terselesaikan. Kekuatan yang berasal dari yakin, rajin, perduli, konsentrasi dan mengenali diri.

Semoga Allah memberi kekuatan dan keberkahan dalam setiap apa yang kita kerjakan dan kembali kepada ajaran-Nya agar bangsa ini mencapai cita-citan mulianya untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Aamiin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.