Cukupkan sumpah serapah itu, cukupkan kata-kata mengasihani diri sendiri itu, buang semua ketidakyakinan yang ada.

Ada satu email dari salah satu teman yg setelah membaca blog ini merasa bahwa pemaknaanku terlalu dalam sehingga sepertinya hidupku berat. Padahal hidupku ga segitunya  lho. Aku masih bisa nonton film klo aku mau, atau aku bisa untuk jalan-jalan disekitaran mal tanpa merasa risih untuk dilihat maupun terlihat.

Tetapi semuanya bisa musnah begitu saja saat ada sebuah telepon atau sebuah kabar dari jauh. Begitu mudah aku terbawa emosi dan ujung2nya mengeluh. Hal yang berasal dari dalam diri, hal yang paling aku sering komplain dari teman2ku saat mereka diuji.

Jadi pertanyaannya siapa yg kuat disini ? apakah mereka yg bisa ngomel2 tapi pekerjaannya selesai dan hidupnya berjalan, atau aku yang selalu menunggu saat yg tepat baru berani untuk bergerak ? Waktu hidup itu tidak lama dan sangat sayang jika kubuang dengan cara seperti ini. Menurutkan mood atau membuat yg diinginkan terjadi, itu semua murni pilihanku sendiri. Karena hidup tak pernah menunggu (itu kata iklan shampoo…:) dan yang dihitung adalah result dari apa yg kita lakukan bukanlah pemikiran.

Terimakasih untuk semua yg telah mengingatkan untuk itu, aku akan menyusul kalian, menjalani hidup yang bergerak. Karena musuhku adalah pikiranku sendiri.

Advertisements