Setelah perjalanan 16 jam menggunakan kereta akhirnya aku sampai juga di kota Malang tercinta. Badan yg lelah dan lapar tergantikan dengan perasaan lega melihat kakek yang walaupun nampak lebih lemah dari biasanya tapi masih tak kurang suatu apapun. Aku memang pulang dalam rangka menjaga kakek tercinta.

Perjalananku dari Bandung dimulai dengan kereta Turangga, katanya kereta ini adalah kereta eksekutif, tapi tetap aja makanannya nasi goreng yang rasanya tak jelas. Sesampainya di Madiun aku berganti dengan kereta ekonomi menuju Malang. Sungguh suatu kontras, saat naik Turangga, sombong betul ini kereta karena dia tak berhenti di sembarang stasiun dan semua kereta kalau bisa mengalah pada dia. Sedangkan kereta ekonomi yg kunaiki namanya Brantas (kediri-tanah abang) dan rapih dhoho (surabaya-kertosono-malang) sangat ramah karena setiap stasiun disambanginya. Belum lagi bagaimana sombongnya polsuska yang melarang pedagang-pedagang untuk menaiki gerbong-gerbong eksekutif untuk para yg terhormat itu

Kereta memang pada akhirnya benar2 menjadi harapan bagi sebagian besar rakyat untuk sekedar menjenguk keluarga yang sakit atau bertandang kekota lain dengan kenaikan harga transport . Ada kehidupan lain diatas gerbong2 itu, mulai dari asongannya, pengamen hingga copet. Satu yang menarik dicermati adalah kreatifitas para asongan menjajakan barang dagangannya, aku yakin mereka bisa sekreatif itu karena alam menempanya. Bayangkan ada isi ulang elektrik, jualan minuman hangat dan yg lain2 yg belum tentu ada ditempat lain. Intinya mah memenuhi kebutuhan penglaju saat itu dengan harga yg terjangkau dengan kocek penumpang. Walaupun barang yg dijajakan sama, saat naik kereta dengan kelas berbeda maka harganya berbeda. Memang benar kata kafi kurnia, entrepreneurship itu biasanya berasal dari sumber saja yaitu penasaran atau kepepet.

Jadi sekali2 cobalah pake kereta ekonomi agar tahu bagaimana sebagian besar rakyat negeri ini bepergian dan menjawab bagaimana sebagian besar mereka mendapat uang untuk hidup. Jika dipikir2 rakyat ini baik2 ya, wong susah banget cari duit di negeri ini, ditambah masih seringnya dipalakin ma aparat tetapi tidak ada yg protes atau ada revolusi. Jadi makin cinta ma negeri ini dan rakyatnya.

Advertisements