Setelah dengan berbagai penolakan, perdebatan di berbagai media massa dan antrian diberbagai SPBU dan pangkalan minyak tanah, akhirnya secara resmi pemerintah Republik Indonesia yang secara sah dipilih rakyatnya menaikkan harga BBM dalam negeri. Pada dasarnya aku tetap tak setuju dengan kenaikan harga BBM itu, dan setelah beradu pendapat dengan teman2ku aku melihat bahwa dari setiap keputusan pasti ada konsekuensinya. Aku yakin pemerintah pasti ada orang-orang yg luar biasa pintarnya untuk menjalankan negara ini. Yang aku ragukan adalah apakah mereka cukup punya keberanian dan hati nurani dalam mengemban amanah itu, tak tahulah aku.

Setiap orang punya kapasitasnya, jika saat ini yg bisa kita lakukan adalah menerima maka terimalah. Karena sekarang teriak-teriak dan demo di negara ini percuma, kuping yang diatas sudah pada tuli. JIka memang posisi kita bisa mengubah keadaan itu maka rubahlah. Kedua hal ini dibutuhkan kebijaksanaan untuk membedakannya, mana yg bisa diubah dan yg mesti diterima dulu. Dan sesuai dengan kapasitas masing-masing maka kita menjalani peran kita dengan sebaik-baiknya dan lagi-lagi bukan menjadi part of the problem but being part of the solution. Yg mahasiswa cepet lulus, yg kerja semakin meningkatkan produktivitasnya, dan yg masih minta-minta mulai saatnya untuk berpikir lebih kreatif agar tidak perlu minta-minta lagi. Tetapi jalannya tentu tidak melanggar aturan yg ada.

Bangsa ini terkenal sebagai bangsa yg ulet, bahkan kata kafi kurnia, istilah kepepet itu adanya cuma di Indonesia. Jika pada saat krisis moneter 10 tahun yg lalu saja kita bisa melewatinya, maka semoga saat ini kita masih bisa melewatinya sebagai suatu bangsa yg utuh. Aku yakin betul orang2di pedesaan bakal tetap bisa makan dan hidup karena negara ini begitu kaya untuk bisa memberi makan rakyatnya. Mungkin yang perlu dicemaskan adalah orang-orang di kota.

Ada satu ide dari temanku yg menurutku sangat feasible dijalankan jika pemerintah mau, yaitu negara hanya mengurusi orang-orang kaya saja. Pajak bagi mereka lebih tinggi dari sekarang, KTP nya dibikin model platinum jika perlu dan jika mereka beli bensin untuk mobil2 mereka, maka mereka beli bensin dengan harga yang lebih mahal untuk subsidi angkot dan bis yg dipakai rakyat kebanyakan. Alasannya sederhana saja si, bahwa negara ini yg miskin jauh lebih banyak dari pada yang kaya, jadi pekerjaan pemerintah akan jauh lebih mudah karena orang kaya yg diurus lebih sedikit. Sedangkan yang sisanya diurusnya adalah bagaimana minimal kebutuhan hidup standarnya terjamin, kesehatan, pendidikan dan makanan. Banyak negara eropa yg menjalankan sistem demikian dan mereka nampak lebih damai dan tenang hidupnya. Yg kaya tidak merasa dibebani saat dipajaki tinggi karena mereka percaya bahwa saat mereka nanti jatuh miskin maka sistem akan membantu mereka juga.

Jadi jayalah negeriku, ayo kita bangun sama2 negeri ini. Jika memang perubahan itu tidak bisa diharapkan dari pemerintahan sekarang maka berubahlah dari diri sendiri. Bukannya kemudian apatis atau kabur ke negara lain, tetapi dengan segenap apa yang dipunya berikhtiar agar kita lebih berguna. Mencerca sudah tak berguna karena hidup hanya mencatat hasil dan perbuatan. Kembali kepada masing-masing pribadi sisi mana yg akan kita dukung, menjadi solusi atau menjadi masalah ?

Advertisements