Ketakutan itu membekukan, ketakutan itu menyerap banyak energi, ketakutan mencuri setiap kesempatan dan ketakutan adalah sumber kecemasan.

Saat ini aku sedang menyusun anggaran suatu proyek terbesar yg pernah kulakukan, dan kemudian ketakutan itu muncul. Tak berapa lama kemudian timbul satu kesadaran lain tentang takut dan bagaimana mengatasinya. Obrolanku dengan adekku tercinta juga semakin memperkaya bahasan ini.

Ketakutanku saat menyusun anggaran proyek itu sebenarnya sangat simpel, aku takut saat budget yang akan aku susun nanti ditolak dan membuat pekerjaan ini batal. Aku sampai berkeringat saat menyusun anggaran itu, karena angkanya memang sangat besar . Aku jadi tidak bisa konsentrasi mengerjakan pekerjaanku itu dan berharap bahwa hal ini berlalu. Kemudian saat aku menyelami perasaan itu, aku menyadari apa sebenarnya yang aku takutkan dari hal itu ? Ternyata aku takut terhadap hasil dari apa yang aku kerjakan tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan.

Disitulah kemudian aku sadar bahwa aku sudah masuk kedalam wilayah yang seharusnya tidak aku pertanyakan, yaitu wilayah hasil. Aku merasa bahwa hasil itu adalah wilayah Tuhan, sebagai makhluk yang bisa aku lakukan adalah melakukan usaha yang terbaik yang aku tahu, sedang hasil adalah hak Tuhan sebagai Sang Maha Kuasa.

Ketakutan mudah sekali muncul saat nafsu mengambil peran dan tiada keikhlasan dari apa yg kita lakukan. Seringkali aku merasa bahwa aku takut untuk mengeluarkan segalanya karena aku takut hasilnya tidak sesuai dengan yang aku harapkan dan akhirnya aku merasa rugi, sakit atau apapunlah.
Kesadaran akan keikhlasan akhirnya memperkaya diriku saat aku memahami janji Tuhan di Kitab-Nya bahwa Dia akan membalas sesuai dengan usaha yg kita keluarkan dan Dia adalah sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.

Akhirnya aku berjanji untuk melakukan semuanya 100 % karena bahkan ketika kita sudah all out saja belum ada jaminan bahwa kita akan berhasil, apalagi saat kita mengerjakannya setengah2. Sekarang itu menjadi pengingatku untuk menghadapi ketakutanku. Yaitu dengan menghadapi dan mengontrol ketakutan itu dengan menyerahkan wilayah hasil pada Tuhan. Yang aku percaya adalah saat aku mengeluarkan 100 % yang aku punya maka saat hasilnya tidak sesuai dengan yang aku harapkan, maka aku punya 2 keuntungan, yaitu aku tidak pernah menyesali hasil itu (karena aku sudah mengerjakan yang terbaik ) dan aku jadi belajar 1 lagi cara yang tidak efektif untuk melakukan hal tersebut, atau kesempatan untuk memperbaiki strategiku.

Posting berikutnya akan membahas tentang ketakutan dalam berhubungan, semoga ada waktu untuk membahasnya.

Advertisements