Beberapa minggu terakhir aku melihat bahwa semesta sedang mengajarkan sesuatu kepadaku. Bahwa pemiliknya hanya akan memberi saat orang itu benar-benar siap untuk menerimanya. Di dalam ruangan-ruangan kelas aku sering membagikan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan permintaan hambanya. Tetapi jawaban-Nya bisa YA -jika itu memang baik dan kita siap menerima-, TIDAK -jika nantinya hal itu berdampak buruk buat kita-, atau TUNGGU DULU -jika Tuhan merasa bahwa hal itu baik buat kita tetapi saat ini masih belum saatnya-.

Mencoba memaknai 3 jawaban ini seringkali bukan pekerjaan yang mudah, pengalaman hiduplah yang seringkali mengajarkan lebih banyak. Jawaban YA kadang membuatku lupa daratan dan tidak bersyukur, sedangkan saat jawabannya TIDAK aku jadi sering tidak terima dan lupa bahwa begitu banyak jawaban YA yang pernah aku terima. Apalagi jika ditambah dengan pengetahuan dan motivasi dari para trainer yang mengagungkan slogan ‘Kamu bisa menjadi apapun selama kamu mau’ maka jawaban TIDAK itu seringkali lebih sulit untuk dipahami. Tips sederhana yang aku gunakan untuk menganalisis jawaban tidak adalah apakah aku sudah 100 % mengerjakannya ? Jika jawabannya sudah sedangkan jawaban yang kuterima adalah TIDAK maka itu tandanya aku perlu mengikhlaskannya. Karena seringkali aku terpaku pada pintu yang tertutup di depanku, padahal ada 2 pintu lain yg terbuka pada saat yang bersamaan.

Jawaban TUNGGU DULU adalah satu hal yang bagiku teramat sulit untuk diraba. Seringkali saat jawaban TUNGGU DULU itu muncul yang aku lakukan adalah aku tidak sabar menunggunya atau untuk menjalani prosesnya. Seringkali aku terlalu kerdil untuk berani mengakui bahwa aku memang belum siap untuk menerima itu dan membiarkan diri untuk tidak ditempa agar siap menerimanya. Jawaban TUNGGU DULU yang kemudian membuatku tersadar (lagi..!!) bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan apapun yang diinginkan adalah dengan menjadi yang terbaik dari diri sendiri dan menyempurnakan usaha yang dilakukan sehingga jawaban TUNGGU DULU itu secepatnya menjadi ya.

Ah tulisan yang berisi kumpulan pikiran yang berterbangan di kepala dan butuh penyaluran.

Advertisements