Hari senin, 11 Agustus 2008 aku bersama beberapa teman mengisi salah satu  materi LKO salah satu himpunan mahasiswa di ITB. Dimuali dari kepedulian salah satu alumninya terhadap perkembangan himpunannya dan idealisme kita untuk menyebarkan perubahan positif ala siaware di ITB, maka berkumpullah 11 orang yang berdedikasi untuk meluangkan waktunya 1 hari bersama teman2 dari himpunan itu.

Dari awal mulai nampaknya suasana akan agak tidak kondusif karena ternyata ruangan yg akan dipakai tidak terpisah antara ruang pertemuan, tempat menginap dan ruang logistik.  Ditambah dengan karakter teman2 dari himpunan ini yang ternyata suka sekali berbicara dan agak susah untuk diarahkan membuatku agak pesimis apakah acara ini bisa diselesaikan tepat waktu dan tidak membosankan.

Sesi demi sesi terlalui, ada yg berjalan lebih cepat dari yang direncanakan, tapi banyak pula yang harus mengambil jatah sesi lain untuk menyelesaikan sesi yang ada. Alhamdulillah dengan berbagai kejadian yang ada akhirnya AI bisa dilalui hanya molor 20 menit dari waktu yang direncanakan.

Apa yang aku dapatkan disini adalah pelajaran tentang spiritualitas, kerjasama tim dan level energi. AI adalah metode yang membawa pesertanya untuk menghargai apa yang terbaik dari suatu organisasi dan orang-orang yang didalamnya. Dari apa yang terbaik itu lalu akan dibuat suatu mimpi bersama yang akan dibumikan dan dilanjutkan dengan membentuk suatu action plan yang akan memastikan impian itu benar-benar terwujud. Waktu yang idealnya 4 hari untuk menjalani 4 tahap AI, dipadatkan habis-habisan hingga tinggal 1 hari. Aku rupanya masih belum belajar juga bahwa anak-anak siaware berbeda dengan anak-anak ITB lainnya, aku berharap bahwa pelaksanaan AI akan lancar dengan level energi dan kreatifitas yang tak terhingga layaknya AI yang pernah kami alami sebagai alumni siaware. Ternyata hal itu hanyalah harapan tak berdasar, prosesnya jadi cenderung membosankan dan suasana yang terbentuk masih belum sepositif yang diharapkan. Aku masih perlu banyak belajar untuk mengontrol emosi, tegas dengan tetap memancarkan aura positif dan fleksibel dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Beruntung tim kali ini bekerja dengan sangat baik, entah apa jadinya jika tidak ada mereka. Aku belajar dari Galih tentang komitmen dan keberaniannya untuk komitmen yang dia percaya, Dipo dengan senyum-senyumnya tapi sangat ringan tangan untuk membantu, Fera, Lisa, GIna, dan Sherly yang selalu siap untuk menjalankan perannya sekaligus dengan kehangatannya membimbing teman2 untuk menjalani proses ini. Yudhi, Sahala dan Yafis juga orang-orang luar biasa yang komitmennya menjalankan tugas yang diberikan dengan 100%, bahkan kredit khusus untuk Yafis yang tetap menjalankan shaum walaupun tugas tim waktu itu cukup menguras energi dan tenaga. Tanpa ada Qiwe maka moment kemarin itu tidak mungkin terjadi, karena dialah yang menginisiasi hal itu semua dan meyakinkan junior-juniornya untuk mencoba metode baru dalam pendidikan organisasi dan mempercayakan proses ini  aku pimpin. Tanpa bantuannya di logistik dan mencari anggota team yg sehebat ini maka tidak mungkin AI ini terwujud. Akhirnya KOMITMEN 100 % yang ditunjukkan tim AI inilah yang membuat perbedaan dan perubahan positif semoga bisa benar-benar menular di kemahasiswaan ITB. Berikutnya himpunan mana lagi ya yang ingin mengadakan AI ?

Advertisements