Pekerjaan telah membenamkanku pada tumpukan hal-hal yang harus kukerjakan. Baru kusadari bahwa waktu itu memang begitu berharga dan bodoh jika sumber daya yang berharga itu terbuang sia-sia. Aku pernah mendapat nasehat dari seseorang bahwa bagi seorang pemula di bidang apapun maka waktu adalah satu-satunya kawan saat tidak ada sumber daya lain yang bisa digunakan untuk daya ungkit. Waktu akan merajut pertemanan, menumpuk kekayaan dan memampukan seseorang terhadap tantangan yang dihadapinya.

Hari ini adalah hari ke 12 dari bulan suci Ramadhan, alhamdulillah sampai saat ini puasa yang kujalani lancar. Saat masuk bulan Ramadhan aku sudah menetapkan bahwa bulan ini adalah bulan untuk restart ritme hidup yang kacau balau beberapa bulan terakhir. Ada beberapa hal yg bisa berubah, ada juga yang masih belum. Jika dikaitkan dengan teori kebiasaan maka itu pertanda bahwa jaringan kebiasaan di otakku untuk hal-hal itu terlalu dalam untuk diubah, butuh waktu dan usaha yang lebih kuat untuk mengubah polanya.

Satu hal yang kurasakan bahwa ternyata hawa Ramadhan itu memang berbeda dengan bulan-bulan biasanya. Walaupun badan berpuasa sepanjang hari, tetapi justru yang dirasakan badan lebih bugar, emosi lebih stabil dan produktifitas lebih tinggi. Sungguh Maha Tahu pencipta Puasa ini tentang tubuh manusia. Saat berpuasa ibaratnya mobil maka tubuh dikembalikan ke workshop untuk tune up rutin dengan latihan-latihan berupa ibadah, sehingga saat keluar dari bulan itu tubuh dan jiwa siap untuk dipacu lagi memenuhi fitrahnya menuju kesempurnaan nilai manusia.

Jadi selamat berpuasa teman2

Advertisements