Tiga kata itu yang aku dapatkan dari guru baruku, tiga kata yang dari pengalaman hidupnya akan membawa seseorang menuju ke kebahagiaan sejatinya. Disini aku akan merangkum berdasarkan apa yang aku pahami dari tiga kata yang guruku katakan itu.

No Resistant – The power of NOW :
Inti dari pernyataan ini adalah manusia hidup SAAT INI, jadi jangan menyesali apa yang sudah lewat dan jangan juga berharap dari apa yang belum terjadi. Apa yang bisa diubah hanyalah apa yang ada dihadapan kita saat ini. Seringkali ilusi masa lalu dan masa depan menahan seseorang untuk mengeluarkan apa yang terbaik dari dalam dirinya. Untuk hidup seperti itu memang membutuhkan keberanian dan dua hal berikutnya, yaitu :

No Judging :
Tidak menilai atau menganggap sesuatu itu dari apa yang tampak luarnya tanpa memahaminya terlebih dulu. Jika pernyataan pertama saja sudah memusingkanmu, maka bersiaplah untuk lebih pusing di pernyatan kedua ini. Karena apa yang sering manusia (baca : AKU) lakukan adalah selalu berasumsi dan mengambil kesimpulan berdasarkan paradigma kita sendiri. Jika manusia (lagi-lagi baca : AKU) cukup sabar dan terbuka untuk menerima perbedaan maka hidup akan damai dan tidak berat karena tidak terbebani dengan penilaian yang kadang salah kadang benar. Lalu apakah itu akan menumpulkan impresi pertama atau cinta pada pandangan pertama ? Menurutku sih tidak, karena manusia sudah sempurna dibekali dengan segala hal mendorongnya untuk bisa mengambil keputusan dalam sekejap mata. Yang tidak boleh dilakukan adalah mempercayai sepenuh apa yang tampak sekilas itu tanpa mengujinya atau mencari tahu lebih dalam. Jika ternyata dengan tidak menilai itu akhirnya kita menyesali keputusan yang telah dibuat, maka dibutuhkan dua kata sebelum dan sesudahnya, yaitu no resistant dan :

No Attachment :
Tidak memiliki keterikatan terhadap kefanaan mungkin adalah tingkatan tertinggi dari pemahaman spiritual dari setiap Agama atau ilmu self awareness. Dan memang biasanya seseorang menyesal, marah, cemburu atau memiliki emosi-emosi negatif itu karena dirinya masih belum sepenuhnya lepas dari apa yang menurut kita berharga. Saat bisa membuat diri sendiri lepas (atau setidaknya tidak terikat begitu kuat) dari hal itu maka alangkah mudah dan bahagianya hidup

Menurut guruku, tiga hal itu adalah long life education dan hanya kita sendiri yang bisa menilai sampai di tingkat mana 3 hal itu sudah kita jalani. Semakin tinggi tingkat pemahaman dan pelaksanaan 3 hal dalam hidup kita itu, maka semakin tenang, semakin berdaya dan menarik hidup yang kita jalani. Itu menurut guruku, dia mencontohkan pencapaian terbesar dalam hidup dia bukan teori pengambilan keputusan yg dia ciptakan, atau karirnya yang selama 30 tahun mengajar di salah satu institusi manajemen terbaik negeri ini, tetapi adalah bagaimana dia bisa menjalani hari-hari dalam hidupnya dengan mata yang berbinar-binar dan betapa menariknya hdiup yang telah dia jalani.

Advertisements