A dream is a seed of possibility planted in the soul of human being, which calls him to pursue an unique path to realization of his purpose.

    Quote diatas langsung menangkap perhatianku saat membaca resensi buku terbaru John C. Maxwell di SWA. Kata-kata yang sangat pas dengan apa yg ingin aku tuliskan tentang kejadianakhir-akhir ini diantara aku dan teman-temanku. Dalam waktu singkat dua sahabat terbaikku pergi ke tempat yang jauh untuk meraih cita-citanya. Satu orang kembali pulang ke kampung halamannya untuk berkarya disana, dan satu lagi pergi lebih jauh lagi untuk mencari penghidupan yang lebih baik di negeri orang. Dua orang luar biasa yang penuh dengan inspirasi, ketulusan, cinta dan semangat. Dua orang matahari yang pernah mewarnai hari-hariku.

    Kejadian ini menyadarkanku betapa beruntungnya mereka yang memiliki impian. Dan dua orang sahabat ku adalah orang-orang yang sedang menjalani takdir dalam mewujudkan impiannya. Kejadian ini juga menyadarkanku tentang perjalananku sendiri. Perjalanan yang entah ujungnya akan ada dimana, tetapi sampai sejauh ini sangat menyenangkan dan aku nikmati tiap detiknya. Dan sejauh ini, pelajaran dari perjalanan yang telah aku lalui, ada dua hal yang membedakan apakah suatu impian itu akan mewujud atau tidak, yaitu adanya proses memilih impian itu dan mewujudkannya dengan segala konsekuensinya.

    Tidak ada hal yang berharga yang diraih dengan mudah, begitu juga dengan impian. Pasti ada harga yang harus dibayar untuk mewujudkannya. Dan hal yang akan meringankan dan bahkan mendukung perjalanan meraih impian itu lebih ringan adalah adanya teman-teman yang mendukung dan sikap yang benar dalam menghadapi segala yang menghadang. Ada seorang teman yang bahkan menganggap bahwa dirinya setiap hari selalu berkubang dalam ‘lumpur’, tetapi karena dia selalu ingat apa mimpi dia dan perasaan bahwa akan selalu ada teman-temannya yang siap menerima nya saat dia sudah terlalu letih, maka dia tetap bertahan di tempat kerjanya sekarang. Perjalanan meraih impian hampir tidak ada yang mudah kawan, karena itu betapa beruntungnya jika kita memiliki teman-teman yang selalu mendukung dan menerima . Disaat itu, maka teman selayaknya harta paling berharga yang dianugerahkan Tuhan pada kita.

    Aku juga semakin percaya bahwa setiap orang itu punya impian, hanya saja banyak yang tidak mempercayai hal itu bisa terwujud. Cara termudah untuk tahu apa mimpi kita sebenarnya adalah mendengarkan dengan sungguh-sungguh suara hati kita dan membuang segala keraguan. Sahabatku yang memutuskan pulang kekampung halamannya dan membangun tanah yang membesarkannya itu contoh dari hal itu. Saat hatinya berkata bahwa pilihan terbaik bagi hidupnya adalah pulang dan membangun kampung halamannya, maka tanpa satu keraguanpun dia memutuskan untuk mengambilnya dengan segala resikonya. Padahal banyak sekali tawaran yang secara logika jauh lebih baik daripada keputusan pulang itu. Dengan gelar MT-nya, kepintarannya, dan jaringannya selama dia di Bandung sungguh suatu yang membuat iri jika pada akhirnya dia membuang semua kesempatan dan memutuskan mengikuti apa yang dikatakan hatinya. Rasa iri terhadap kualitas seorang manursia yang sangat percaya dan berani untuk mewujudkan impiannya. Kualitas para orang-orang besar dan pengubah wajah dunia dan peradaban.

    Pada akhirnya semuanya kembali pada diri masing-masing bagaimana cara kita memaknai setiap perjalanan, pertemuan, kejadian yang ada dalam hidup kita, karena akhirnya hanya kita yang bisa memutuskan apakah impian kita akan hidup dan menginspirasi orang lain untuk meraih impiannya atau sekedar terkubur mati diantara tumpukan harapan-harapan kosong. Aku sudah memilih menghidupkan impianku dan bersama kalian kawan, aku yakin jalan ini tidak akan berat untuk dilalui.


    – Inspirasi dari Seto, Ilham, Kaka dan teman2ku semua, TERIMA KASIH, kalian adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan untukku. Ayo kita saling dukung kawan, karena kuyakin jalan kita akan lebih ringan jika ada banyak tangan yang mendukung –

Advertisements