Buku ini bukan buku baru, tapi buku yang dari lama sudah ingin aku baca. Buku tentang Cameron Johnson (CJ) yang masih berusia 21 tahun tapi sudah berhasil mendirikan 12 perusahaan dan menjadi salah satu pengusaha muda IT yang cukup dikenal. Bukan kisah selayaknya Mark Zuckerberg atau Sergey Brin atau pula Steve Jobs yang dengan kecermelangannya mampu menciptakan suatu aplikasi atau produk yang spektakuler dan meledak dalam waktu singkat. Kisahnya lebih sederhana tapi apa yang dia ajarkan dari buku itu sungguh adalah mutiara hidup yang bisa diterapkan buat siapapun yang ingin menjadikan dirinya seorang entrepreneur.

Pak Kafi Kurnia pernah bilang bahwa menjadi seorang entrepreneur itu biasanya cuma didorong oleh dua hal yaitu PENASARAN atau KEPEPET ( tapi dari pengamatanku sih, ada juga yang penasaran untuk memepetkan diri sendiri..:) Nah cerita si CJ ini dimulai dari umur 9 tahun saat dia mulai mendirikan usaha pertamanya yang jualan kartu ucapan dan hasil printing lainnya setelah dia dibelikan seperangkat komputer dan printer pada umur 9 tahun. Itu bisnis pertama dia, seterusnya dia silih berganti mendirikan, menjual dan menutup bisnis selama hampir 12 tahun. Bisnis keduanya adalah jualan boneka online, bisnis ketiga adalah jasa penyaringan email sampah, keempat mall online, kelima pembuat web, keenam perusahaan iklan berbayar, ketujuh perusahaan penyedia avatar IM, kedelapan perusahaan jasa website khusus pelayanan pelanggan dealer mobil, kesembilan, perusahaan jual beli voucher belanja, kesepuluh perusahaan software, kesebelas perusahaan jasa pelayanan system IT terintegrasi dan kedua belas perusahaan konsultan bisnis. Tidak semua bisnis itu dia jalani saat ini, tapi lebih banyak saling bergantian, karena sambil dia mendirikan sebagian besar perusahaan itu dia juga masih sekolah.

Banyak hal yang dipelajari dari kisah hidupnya sebagai entrepreneur itu, pelajaran yang perlu diketahui oleh siapapun yang bercita-cita ingin menjadi entrepreneur. Aku sangat terpakau dengan bagaimana dalam usia semuda itu dia bisa punya pengalaman yang sedemikian luas, dalam dan kaya. Pelajaran yang mungkin hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang sudah menjalani 10.000 jam mereka dalam bidang yang mereka pilih (ini mengutip buku Outliers-nya Malcolm Gladwell). Dia tidak berasal dari keluarga miskin yang kemudian dengan usaha kerasnya mencapai american dreams-nya. Dia adalah anak dari generasi ketiga yang mewarisi salah satu dealer Ford terbesar di Virginia. Dan dari penasarannya akhirnya dia bisa mendapatkan jalan hidup yang luar biasa seperti itu.

Mengutip buku outliers lagi, kesuksesan seseorang selain karena usaha pribadi tetap tidak bisa dilepas dari kesempatan dan warisan budaya yang mengaliri darah mereka. Kesempatan CJ klo boleh disebut adalah dia lahir dari keluarga kaya yang berprofesi sebagai entrepreneur, dia juga lahir di amerika dimana lingkungan bisnisnya sangat kondusif dan banyak sekali lomba-lomba dan tokoh panutan yang bisa diraihnya, dia juga mendirikan bisnis pada saat bisnis online masih baru mencari bentuknya dan kebetulan dia berada di amerika sebagai pusatnya bisnis online (ini bisa juga dilihat kecerdasan dia dalam menunggangi trend yang ada). Dan dari semua kesempatan dan warisan budaya seperti apa yang disebutkan di Outliers, tetap harus aku akui CJ adalah seorang yang luar biasa atas usaha dan kecerdasannya.

Sejak kecil dia sudah terbiasa dengan aura entrepreneurship yang ada dalam keluarganya, istilah2 akuntansi, kepuasan pelanggan dan manajemen sudah tidak asing dia cerna dari kecil. Bahkan saat usia 8 tahun dia mendapat kesempatan untuk mendapat kejutan dari Donald Trump (DT) hanya karena dia menuliskan kepada DT bahwa dia ingin melihat kamar yang dipakai untuk syuting film Home Alone 2. Sejak saat itu dia memutuskan bahwa dia ingin menjadi seorang entrepreneur seperti Donald Trump.

Ada beberapa poin yang dia cuma sampaikan dari pengalamannya selama 12 tahun menjadi entrepreneur. Lagi-lagi aku sungguh kagum bagaimana anak sekecil itu (btw dia lahir tahun ’84) bisa mendapatkan insight sedemikian hebatnya.Berikut poin tentang kewirausahaan dan sedikit penjelasannya :

  1. Lakukan upaya khusus : menurutnya ini adalah inti dari semangat kewirausahaan. Entrepreneur sejati tidak melihat uang. menjadi terkenal atau kekayaan sebagai tujuan akhirnya. Dia hanyalah orang yang memenuhi panggilan jiwanya untuk kebebasan dan impiannya dengan melakukan upaya khusus untuk memastikan hal itu terwujud. Dan perjalanannya menjadi entrepreneur adalah tentang melakukan upaya khusus itu.
  2. Mulai dengan modalyang kecil : CJ memulai semua bisnisnya dengan modal yang relatif kecil dibandingkan hasilnya. Dia sudah memiliki disiplin untuk memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan, disiplin untuk memutar sebagian besar keuntungan usahanya kembali ke bisnisnya, dan beriklan dengan cara yang kreatif dan murah (low input high impact)
  3. Buatlah uang bekerja untuk anda : Sejak kecil dia sudah punya disiplin untuk mencatat  keuangan pribadinya, termasuk mengeluarkan uang lebih sedikit dari apa yang dihasilkan. Sejak usia 11 dia sudah belajar tentang asuransi, dana pensiun dan jual beli saham untuk meleverage nilai uang yang dia punya. Sebagai entrepreneur dia juga mengingatkan agar lebih fokus dalam membangun bisnis, bukan uangnya, tetapi pada memberi manfaat lebih kepada pelanggan, saat itu dipenuhi maka uang akan datang dengan sendirinya. Filosofi yang sangat menarik darinya tentang uang adalah uang itu hanya sekedar alat, jangan sampai itu merampas hidup kita karena mengejarnya.
  4. Mencari ide hebat dari lingkungan terdekat : CJ mengikuti prinsip Warren Buffet jika tentang ide bisnis, yaitu mulailah mencari bisnis yang kau tahu bisnisnya dan kemudian pelajari idenya untuk diterapkan dengan hati-hati. Dan semua bisnis yang ia ceritakan adalah tentang penerapan prinsip ini, mulai dari ide yang berangkat dari kebutuhan, menunggangi trend pasar hingga pelengkap atau penyempurnaan dari ide bisnis yang sudah ada sebelumnya.
  5. Seimbangkan bisnis dengan kehidupan : bayangkan jika seorang anak 14 tahun yang mengatakan itu, tapi itulah kenyataannya. Pada usia itu, CJ sudah bisa memahami konsep keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dan memisahkannya, dia sangat suka dengan bisnis yang dia bangunm bahkan mungkin tergila-gila. Tetapi disela-sela itu dia masih bermain bola, bersosialisasi dan pacaran.
  6. Bergaullah dengan orang hebat : Satu kebiasaan efektif dari CJ adalah menyimpan kartu nama orang-orang yang pernah berhubungan dengannya dan kemudian bekerjasama  dengan orang-orang dalam jaringannya saat ada ide bisnis baru yang muncul. Pada usia 15 tahun dia mengikuti Young IT entrepreneur award dan menjadi salah satu dari 3 besar pemenangnya. dari situ dia bertemu dengan Aaron yang akan berpartner di perusahaan agen iklan onlinenya dan menjadi bisnis besar pertamanya.
  7. Jadikan diri anda merek : Satu hal yang tidak mungkin dihindari seorang pebisnis sukses adalah secara tidak langsung dia menjadi selebritis dan jika berhasil dimanfaatkan maka ini akan menjadi iklan yang efektif untuk bisnisnya. Dan CJ telah menjadi merek yang kuat sejak dia menang Young IT entrepreneur award dan mendirikan perusahaan agen iklan online, sampai kemudian dia diundang ke jepang sebagai duta internet untuk remaja Jepang dan hidupnya menjadi buku yang laris berjudul 15 years old CEO. Bahkan dengan namanya itu juga dia kenal banyak orang hebat yang beberapa menjadi mentornya.
  8. Jangan takut bernegosiasi : saat menjadi entrepreneur negosiasi adalah sesuatu yang tidak mungkin bisa dihindari, dan dari cerita CJ negosiasi yang berhasil adalah negosiasi yang akan menghasilkan keputusan menang-menang dan berasal dari percaya diri yang kuat akan haknya. Dan dia belajar dari cara yang paling keras yaitu dari tuntutan hukum yang kemudian berakhir baik.
  9. Ambil keputusan sendiri dengan tegas : lagi-lagi ini adalah pelajaran paling penting menjadi seorang entrepreneur. Kehidupannya adalah tentang mengambil keputusan. CJ banyak mengambil keputusan dan satu hal yang bisa dipelajari adalah setiap mengambil keputusan CJ sudah mempertimbangkan semuanya dan tidak pernah menyesali setiap keputusan yang dia ambil. Itu juga yang menurutnya membuat dia selalu merasa bekerja dengan penuh kebahagiaan dalam mencapai kesuksesannya, satu hal yang langka ditemui di dunia kerja. Salut Gan, anak seusia itu sudah bisa mensarikan inti dari kehidupan. Itu karena dia telah menjadi murid kehidupan yang baik.
  10. Beradaptasi atau mati :konsep paling klasik dari kehidupan dan bisnis ini telah CJ terapkan sepanjang perjalanannya menjadi entrepreneur. Dan pelajaran ini membawanya ke pendirian perusahaan keduanya yang terbesar, yaitu perusahaan jasa website khusus pelayanan pelanggan dealer mobil.
  11. Carilah mentor yang  hebat : CJ telah mengikuti nasehat tua juga tentang orang hebat pasti memiliki guru yang luar biasa. Dalam perjalanannya dia bertemu dengan Donald Trump, Michael Dell, David Bach, Joe Sugarman dan mereka jadi mentornya. Bayangkan percepatan yang dia alami, dia juga bilang bahwa era internet membawa semuanya berubah dengan cepat dan kualitas jaringan pertemanan akan menjadi jauh lebih bernilai dari masa-masa sebelumnya.
  12. Mencari ilmu baru setiap hari : kiat paling usang tentang pengembangan diri, tetapi menjadi menemukan dayanya saat melihat bagaimana saat ini diterapkan seseorang maka bahkan anak seusia 21 tahun juga sudah bisa menjadi salah satu pengusaha IT tersukses di Amerika.
  13. Gunakan kekuatan pers : ini penerapan ilmu marketing yang disebutkan diatas yaitu low input high impact, yaitu memanfaatkan kekuatan pers. CJ melakukannya untuk peluncuran bisnis ketiganya yang mendapat sorotan nasional yaitu perusahaan jual beli voucher belanja. Dan kebijakan lama ternyata masih berlaku, yaitu orang lebih percaya perkataan orang lain dibandingkan iklan, alias pemasaran getok tular jauh lebih efektif dibandingkan iklan.
  14. Mendapatkan pengalaman dari dasar : salah satu kekuatan bisnis masa depan adalah bagaimana memanfaatkan kebijaksanaan ekonomi etalase dengan teknologi canggih. Itu yang CJ coba sampaikan, entrepreneur hanya akan bisa sukses jika dia bisa memahami betul tentang bagaimana perusahaan itu berjalan, memenangkan hati pelanggan dan mengelola timnya dan terutama tahu bagaimana menjual. Dan itu hanya bisa didapat jika dia sudah pernah menjalankan atau terlibat di bisnis konvensional. CJ tahu betul itu karena setiap musim panas sejak usia 12 tahun dia wajib bekerja kasar di dealer ayahnya.
  15. Jangan pernah memandang rendah pelanggan : satu kebijakan terbaik dari poin ini adalah tugas penjual bukan menciptakan penjualan, tetapi bagaimana mengatasi hambatan sehingga seseorang mau membeli. Karena itu jangan terlalu percaya iklan (hilangkan usaha promosi yang tidak efektif), berinvestasilah pada hal yang tepat, , perhatikan pelanggan anda dan ciptakan budaya tindak lanjut. Empat hal diatas menurutnya resep pasti untuk menciptakan dan meningkatkan penjualan.
  16. Jadilah pengusaha seperti yang anda inginkan : CJ pada akhirnya merangkum semua perjalanan hidupnya tentang menjadi seorang entrepreneur adalah layaknya seorang musisi atau artis, entrepreneur adalah orang yang kreatif dan maha karyanya adalah perusahaan yang mereka dirikan. Kesuksesan adalah mereka yang mencari apa yang menjadi kebahagiaannya dan kemudian mewujudkannya, entah itu dengan mendirikan bisnis, bekerja kepada orang lain atau bekerja sendiri menjadi profesional. Pesannya tetap sama, saat kita menempatkan kesenangan, kepuasan dan pemenuhan kebahagiaan diatas keuntungan maka semuanya akan berubah menjadi menguntungkan.

Demikian rangkuman buku indah yang dibuat oleh anak berusia 21 tahun. Selalu mengagumkan bagaimana pemahaman kita bisa berlipat banyak dengan membaca pengalaman orang lain. Seperti Einstein bilang  – Experience is knowledge, the rest is just information -. Semoga apa yang aku tulis ini bermanfaat, dan semuanya akan bermanfaat jika memang apa yang dipelajari bisa membuat kita lebih mengenali diri sendiri dan berikutnya mengubah kita menjadi pribadi yang lebih efektif. Seperti Ibu Besar selalu bilang, yang penting bukan apa yang kamu tahu, melainkan apa yang kamu lakukan dari apa yang kamu tahu. Berikutnya aku akan merangkum Outliers dari Malcolm Gladwell yang sangat menarik dan First, Break All the Rules-nya Marcus Buckingham.

Terima kasih jika kalian sudah membaca sampai paragraf ini. Beberapa hal yang mengganggu dari buku You Call The Shots terbitan PT Elex Media ini adalah penerjemahannya kurang bagus, banyak kesalahan ketik dan lamanya buku ini masuk di Indonesia (terbit 2006 tapi baru dialihbahasakan 2008).

Advertisements