Integritas adalah tentang melakukan apa yang dikatakan, atau istilah kerennya walk the talk. Konsep yang sudah setua umur peradaban (walaupun aku belum melakukan risetnya), dan mendasari segala hubungan manusia. Integritas akan mengarah kepada kepercayaan dan pada akhirnya akan mengeliminasi suatu ide akan tetap lestari atau tidak.

Integritas mengakar pada nilai sejati manusia, dan proses untuk meraihnya  adalah sebuah perjalanan seumur hidup. Meningkatnya integritas akan mengarahkan seseorang untuk menduduki tempat tertinggi dalam masyarakat dan pada akhirnya  akan menjaga nilai kemanusiaan tetap mengarah kepada keadaan harmony dan sejahtera.

Agama sebenarnya sudah mengajarkan hal itu, namun seringkali nafsu yang menghalangi seseorang untuk melihat kedalam dirinya  dan menjaga terus integritasnya.

Kesadaran tentang integritas ini tiba-tiba terlintas saat aku mendengar temanku berkomentar tentang ajakanku untuk mengikuti salah satu training yang menurutku mmengubah hidupku dan kemudian mencontohkan prosesku yang aku alami untuk menjelaskan manfaatnya. Ternyata itu malah dianggap sesuatu yang lucu dan memperlihatkan bagaimana integritasku dimata dia. Pengalaman itu menyadarkanku tentang apa itu integritas dan bagaimana caranya untuk menjaganya. Apa itu integritas sudah aku sebutkan diatas, tentang bagaimana cara menjaganya, satu hal yang terlintas dikepalaku adalah dengan mendengarkan suara hati.

Suara hati adalah hal abstrak yang terkadang terkesan mengada-ada, tetapi buatku dan orang-orang setipe denganku yang lebih mudah untuk beresonansi dengan inner self dibandingkan outerself maka hal seperti ini akan lebih mudah dipahami. Pada dasarnya suara hati ini sangat sederhana, ini adalah alat yang diberikan Allah untuk membimbing manusia menuju kesejatiannya, mencapai yang terbaik dari dirinya dan untuk orang lain dan pada akhirnya  meniru cara kerja Tuhan untuk menjaga kehidupan. Suara hati akan selalu membimbing kebaikan dan akan memisahkan mana yang buruk dan yang baik. Sangat sulit menjaga suara hati ini agar tetap terdengar, tetapi agama sudah memberi tuntunannya dansatu hal yang paling mematikannya adalah nafsu.jadi jika suara hati akan selalu mengarahkan kita menuju kebaikan, maka nafsu pasti akan mengajak kita untuk menuju keburukan. Dua hal ini ada dalam jiwa, dan siapa  diantara kedua itu yang memimpin, maka apa yang akan dihasilkan orang itu akan terlihat, apakah manfaat atau kerusakan.

Jadi kesimpulan dari tulisan diatas adalah untuk menjadi seseorang yang berintegritas maka  aku hanya perlu mendengarkan suara hati, dan memanajemen nafsu.. Itu berarti aku perlu terus untuk sadar terhadap semua pilihan yang aku ambil dan terus self-aware terhadap apa yang terjadi disekitarku dan apa yang aku rasakan. Hal itu adalah jalan yang panjang dan mungkin tidak mudah, tetapi hanya integritaslah yang akan menentukan kualitas dari diri ini.

Advertisements