12 September 2013
11 September 2013 pukul 22.42 WIB orang yang mengajarkan tentang menggunakan hati telah pulang ke Rahmatullah. Dalam diam sakitnya dia meninggalkan kami yang mencintainya dalam kenangan yang terindah. Kenangan yang hanya bisa terukir dalam karena digoreskan dengan tindakan dan ucapan sepenuh hati.

Kelucuan, keisengan, inspirasi, bahkan sok tahunya mengajarkan aku untuk meyakini bahwa selalu ada pilihan dalam kondisi kita untuk menjadi pemenang dan merasakan hati orang yang ada didepanku. Karenanya aku percaya bahwa hatiku tidak mati, dia yang meyakinkanku bahwa aku dicintai apapun yang terjadi denganku, dan hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan sendiri dalam gerutu dan caci maki. Maka selamat jalan ibu periku, nantikan aku disana, akan aku ceritakan perjalanan hidupku yang telah kau terangi dengan inspirasimu.

20 Oktober 2013
Wahai ibu periku, bahkan dalam kepergianmupun masih saja kau ajari aku untuk jadi manusia yang lebih baik. Lewat ajaran-ajaran yg terserak di hati orang-orang pernah kau sentuh. Kepergianmu mengajariku akhir perjalanan hidup macam apa yang akan aku pilih, akhir perjalanan yang hanya bisa diraih dengan menebar cinta dan menjaga ketulusan dalam setiap langkahnya.  Akhir dari perjalanan saling berbagi semangat, cinta, ketulusan. Perjalanan untuk selalu memilih menjadi pemenang dari setiap pilihan, mendengarkan dan percaya pada kata hati, berani mengikuti dan mengatakan hanya yang benar. Perjalananyang pada akhirnya akan membawa diri untuk selalu keluar dari zona nyaman karena manusia hanya bertumbuh yang dituntut dari Sang Khalik.
Maka dalam 40 hari setelah kepergianmu izinkan aku sekali lagi bicara padamu dalam cinta, dan akan kubisikkan pelan dalam doaku semoga Rahman dan Rahim Allah SWT selalu menerangimu dalam kubur sana dan terus membimbing anakmu ini dalam perjalanan memaknai kemanusiaannya. Selamat jalan Ibu Linda Rosalinda binti Saptadji Hadiprawira.

Yang selalu akan mengingatmu,
Andik

Advertisements